Kebaktian Pengucapan Syukur HUT GRII ke-20 & Wisuda ke V Institut Reformed

Pada tanggal 25 Oktober 2009, GRII Pusat mengadakan kebaktian gabungan GRII/MRII/PRII se-Jabotabek sebagai hari pengucapan syukur HUT GRII ke-20, dihadiri oleh 4700 jemaat. Kebaktian dengan tema “Dari Yerusalem Sampai Ke Ujung Bumi” di Katedral Mesias ini juga disertai dengan momen bersejarah, yaitu Wisuda ke-5 Institut Reformed.

Kebaktian dimulai tepat jam 8 pagi, diawali oleh seorang pemimpin pujian yang naik ke atas mimbar dan memimpin latihan pujian. Ketika jemaat sedang berlatih pujian, Paduan Suara GRII bersama para musisi orkestra masuk ke dalam Katedral Mesias menuju panggung. Pdt. Dr. Stephen Tong, para hamba Tuhan GRII, para dosen Institut Reformed dan para wisudawan-wisudawati Institut Reformed menyusul masuk ke dalam aula Katedral Mesias dan bersama-sama dengan jemaat berbakti kepada Tuhan melalui pujian dan doa syafaat. Setelah doa syafaat selesai, Pdt. Dr. Stephen Tong memimpin perjamuan kudus, kemudian dilanjutkan dengan acara wisuda Institut Reformed yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Benyamin Intan selaku Dekan Akademis Institut Reformed dan diwisudakan oleh Pdt. Dr. Stephen tong, Rektor Institut Reformed.

Total wisudawan-wisudawati adalah 24 orang, di antaranya Ev. Daniel Santoso dan Ev. Diana Bunjamin yang melayani di GRII/MRII Taiwan dan MRII China. Di sela acara tersebut, Pdt. Dr. Stephen Tong selaku Rektor Institut Reformed memberikan tantangan kepada para wisudawan-wisudawati agar mereka tetap mempertahankan kebenaran, bahkan berani sampai mati martir. Beliau menekankan bahwa lulusan Institut Reformed berbeda dengan lulusan pada umumnya karena ketika banyak orang lulus, mereka memikirkan bagaimana mereka dapat mencari uang atau karir mereka, tetapi lulusan Institut Reformed dipersiapkan untuk mempertahankan kebenaran dan bahkan untuk mati martir. Apakah kalian siap?

Setelah acara wisuda, Pdt. Dr. Stephen Tong naik ke atas mimbar dan berkotbah mengenai panggilan gereja di dalam mandat Injil, dimana Tuhan Yesus yang mati dan disalibkan itu harus dikabarkan ke seluruh dunia dan mandat budaya, dimana semua bidang harus kembali untuk kemuliaan Tuhan. Akhirnya, acara dilanjutkan dengan konser dan berbagai persembahan pujian dan diakhiri dengan doxology.

Biarlah melalui “kairos” ini dapat mengajak kita semua semakin percaya dan bersandar kepada Allah dengan melihat teladan hidup dari pemimpin Gerakan Reformed Injili dan para mahasiswa Institut Reformed ini yang begitu takut akan Allah dan melayani dengan sungguh-sungguh dengan segala potensi yang telah diberikan Tuhan kepada mereka. Dan akhir kata, Selamat Ulang Tahun untuk GRII dan Selamat berjuang bagi para wisudawan, Soli Deo Gloria!
(rbt)

 
Share